Surat Kuasa Mengurus Warisan

December 4th, 2013 No comments

Yang bertanda tangan di bawah ini*):
Nama : [................................................]
Alamat : [................................................]
Pekerjaan : [................................................]
No KTP : [................................................]
Seterusnya disebut Pemberi Kuasa :

Dengan ini memberi kuasa penuh kepada :
Nama : [................................................]
Alamat : [................................................]
Pekerjaan : [................................................]
No KTP : [................................................]
Seterusnya disebut Penerima Kuasa.

Baik masing-masing maupun bersama-sama.
Untuk mewakili dan bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa dalam kedudukannya selaku saudara kandung almarhum [......................................] untuk:
1. Menghadap notaris/PPAT yang berwenang, serta pejabat-pejabat terkait sehubungan dengan hak dan bagian pemberi kuasa atas harta peninggalan almarhum [...................................................].
2. Meminta keterangan-keterangan dari notaris sehubungan dengan hak dan kepentingan pemberi kuasa atas harta peninggalan almarhum [.....................................]
3. Meminta dan menerima dokumen-dokumen yang berhubungan dengan harta peninggalan almarhum [..................................] dan salinan bukti-bukti kepemilikan harta peninggalan atas nama almarhum [..........................................] secara ringkas membela kepentingan pemberi kuasa sepenuhnya.
4. Menerima dan menandatangani serah terima uang dan atau benda bergerak dan benda tidak bergerak milik almarhum [...................................} yang menjadi hak Pemberi Kuasa.

Demikian surat kuasa ini diberikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Dibuat dan ditandatangani di [................................] [tanggal,bulan, tahun]

Penerima Kuasa                                        Pemberi Kuasa
[..........................]                                [..........................]

Categories: Uncategorized Tags:

Surat Kuasa

December 4th, 2013 No comments

(Kuasa untuk mengambil surat-surat /dokumen)
Yang bertanda tangan di bawah ini*):

Nama : [................................................]
Tempat/Tanggal Lahir : [................................................]
Pekerjaan : [................................................]
Alamat : [................................................]

Dengan ini memberikan kuasa kepada:

Nama : [................................................]
Tempat/tanggal Lahir : [................................................]
Pekerjaan : [................................................]
Alamat : [................................................]

Untuk mengambil akta dan dokumen-dokumen atau surat —surat yang merupakan bukti kepemilikan atas sebidang tanah terkait dengan adanya transaksi jual beli antara saya selaku pemberi kuasa dengan Tn [.....................],  seperti: sertifikat, akta jual beli, SPPT PBB, SSB, serta dokumen-dokumen pendukung lainnya di kantor notaris.

Untuk keperluan tersebut penerima kuasa berhak memberikan keterangan-keterangan, menerima surat-surat/dokumen-dokumen yang dititipkan di kantor notaris tersebut dan memberikan tanda terimanya.
Demikianlah, surat kuasa ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan segala akibat yang timbul atas pemberian kuasa ini, menjadi tanggung jawab pemberi kuasa.

Dibuat di [..........................]

Pada tanggal [....] bulan [.....] tahun [....]

Pemberi kuasa,                                                      Penerima kuasa,
[...................................]                               [......................................]

Categories: Uncategorized Tags:

Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (Tetap)

December 4th, 2013 No comments

Yang bertanda tangan di bawah ini, masing-masing*):

1. Nama : [...................................]
Alamat : [...................................]
Jabatan : [...................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [....................] berkedudukan di [..........], selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [...................................]
Alamat : [...................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Pada hari ini [......], tanggal [......] bulan [.......] tahun [....], dengan memilih dan mengambil tempat di kantor [............], PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam satu perjanjian kerja dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. Perjanjian kerja ini adalah perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu (PKWTT) dengan masa percobaan [..........] bulan yang dihitung sejak penandatanganan surat perjanjian ini.

2. Selama masa percobaan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dapat mengakhiri secara sepihak hubungan kerja tanpa ada tuntutan imbalan dalam bentuk apa pun juga dari pihak lainnya.

PASAL 2

1. Jenis pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA adalah pekerjaan [...............................] PT [.......................................].

2. Dengan memperhatikan kemampuan dan keterampilan PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA dapat memberikan pekerjaan lain di lingkungan PT [......................].

PASAL 3

1. PIHAK PERTAMA menyatakan sanggup memberikan gaji sebesar Rp [................] setiap bulan kepada PIHAK KEDUA yang dibayarkan pada setiap tanggal [.....] setiap bulan.

2. Apabila tanggal pembayaran gaji tersebut jatuh pada hari libur atau yang diliburkan maka pembayaran upah dimaksud dilakukan pada hari kerja sebelumnya.

3. PIHAK PERTAMA menyatakan akan memberikan tunjangan transportasi dan makan sebesar Rp [................] setiap kehadiran kerja PIHAK KEDUA.

4. Tunjangan sebagaimana disebut pada ayat 1 tidak akan diberikan apabila PIHAK KEDUA tidak hadir untuk bekerja kecuali karena PIHAK KEDUA ditugaskan PIHAK PERTAMA untuk melakukan tugas dinas di lingkungan kerja.

PASAL 4

1. Hari kerja normal adalah [..................] hari kerja dalam tujuh hari kalender.
2. Jam kerja normal dimulai pada pukul [........] WIB dan berakhir pada pukul [................] WIB termasuk [...........] jam istirahat.

PASAL 5

1. Dalam hal tersedia pekerjaan yang harus segera diselesaikan atau bersifat mendesak, dan PIHAK KEDUA diharuskan masuk kerja maka kelebihan jam kerja harus diperhitungkan sebagai jam lembur.

2. Penghitungan besarnya uang lembur harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Pembayaran uang lembur akan dibayarkan bersamaan dengan pembayaran gaji yang akan diterima PIHAK KEDUA.

PASAL 6

1. PIHAK PERTAMA wajib mengikut sertakan PIHAK KEDUA pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang mencakup:
Jaminan hari tua.
Jaminan kecelakaan kerja.
Jaminan kesehatan.
Jaminan kematian.

2. Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam pengikut sertaan pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja tersebut mengacu pada ketentuan yang berlaku.

PASAL 7

1. PIHAK KEDUA berhak mendapatkan cuti selama [...] hari kerja setelah PIHAK KEDUA bekerja selama [...] bulan secara terus menerus.

2. Apabila PIHAK KEDUA menggunakan hak cutinya sebagaimana diatur dalam ayat 1 harus diajukan selambat-lambatnya [...] hari kerja sebelum pelaksanaan cuti dengan mendapat pengesahan berupa tanda tangan dan izin dari atasan langsung PIHAK KEDUA.

PASAL 8

1. PIHAK KEDUA menyatakan bersedia dan sanggup bekerja pada PIHAK PERTAMA serta mematuhi dan mentaati seluruh peraturan tata tertib yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA.

2. Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atas peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA maka atas pelanggaran tersebut PIHAK KEDUA dapat menjatuhi hukuman sebagai berikut.
a. Peringatan baik lisan maupun tertulis; atau
b. Skorsing, atau
c. Pemutusan Hubungan Pekerjaan (PHK), atau
d. Hukuman dalam bentuk lain dengan merujuk kepada Peraturan Pemerintah yang mengaturnya.

PASAL 9

Selama berlakunya perjanjian kerja ini, PIHAK KEDUA dilarang untuk melakukan kerja rangkap diperusahakan lain dengan alasan apapun juga, kecuali apabila PIHAK KEDUA telah mendapat persetujuan secara tertulis dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 10

Pemutusan hubungan kerja antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA dapat dilakukan dengan tetap mengindahkan prosedur, syarat-syarat dan konsekuensi pengakhiran hubungan kerja sesuai ketentuan undang-undang ketenagakerjaan.

PASAL 11

1. Perjanjian kerja ini akan berakhir dengan sendirinya jika PIHAK KEDUA meninggal dunia.

2. Meninggalnya PIHAK PERTAMA tidak dapat menjadi alasan untuk mengakhiri perjanjian kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA berhak mendapat kompensasi sesuai dengan ketentuan peraturan ketenagakerjaan.

3. Pengakhiran perjanjian dikarenakan PIHAK KEDUA meninggal dunia sebagaimana diatur pada ayat 1 maka seluruh hak atas kompensasi pengakhiran hubungan kerja tersebut menjadi hak ahli waris yang sah dari PIHAK KEDUA.

PASAL 13

Perjanjian kerja ini batal dengan sendirinya jika karena keadaan atau situasi yang memaksa, seperti: bencana alam, pemberontakan, huru-hara, kerusuhan, peraturan pemerintah atau apa pun yang mengakibatkan perjanjian kerja ini tidak mungkin lagi untuk diwujudkan.

PASAL 12

1. Perjanjian ini dan segala akibat hukumnya, hanya tunduk pada hukum dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

2. Apabila terjadi perselisihan atas penafsiran dan atau pelaksanaan atas perjanjian ini diselesaikan secara musyawarah.

3. Dalam hal musyawarah seperti yang tersebut dalam ayat 2 tidak tercapai maka para pihak sepakat untuk memilih domisili hukum yang tetap pada kantor kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial [....................] untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

 PASAL 13

Demikian perjanjian ini dibuat oleh para pihak dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun dalam rangkap 2 (dua) dan masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA                                                          PIHAK KEDUA

[ .........................]                                                     [............................]

Categories: Uncategorized Tags:

Surat persetujuan

December 4th, 2013 No comments

(Persetujuan isteri kepada suami untuk menjual tanah)

Yang bertanda tangan di bawah ini*):

Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]
Selaku istri dari:
Nama : [...................................................]
Tempat/Tanggal lahir : [...................................................]
Pekerjaan : [...................................................]
Alamat : [...................................................]

Dengan ini memberikan persetujuan kepada suami saya tersebut untuk menjual sebidang tanam dan bangunan yang terletak di:

Jalan : [...................................................]
Desa/Kelurahan : [...................................................]
Kecamatan : [...................................................]
Kabupaten/Kota : [...................................................]
Propinsi : [...................................................]
Status tanah : [...................................................]
Atas nama : [...................................................]

Untuk suami saya tersebut berhak dan berwenang sepenuhnya menghadap di mana perlu, menandatangani akta dan/atau membuat surat-surat, mengadakan kesepakatan-kesepakatan, memberikan keterangan-keterangan atau melakukan perbuatan-perbuatan yang menurut hukum harus dijalankan oleh penjual, menerima atau melakukan pembayaran serta memberikan atau menerima kuitansi-kuitansi tanda bukti pembayaran; Pendek kata, suami saya tersebut berhak melakukan segala sesuatu yang dianggap perlu guna terselenggaranya urusan tersebut tanpa ada yang dikecualikan.

Dibuat di [..........................]

Pada tanggal [....] bulan [.....] tahun [....]

Pemberi Persetujuan                                         Penerima Persetujuan
[......................................]                          [.......................................]

Categories: Uncategorized Tags:

Perjanjian Pinjam – Pakai Mobil

December 3rd, 2013 No comments

Pada hari ini [..........] tanggal [.....] bulan [.........] tahun [...........] sudah ditandatangani perjanjian pinjam-pakai kendaraan antara*):

1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [....................], selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak atas nama untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak sepakat terlebih dahulu menerangkan:

PIHAK KEDUA adalah pegawai pada perusahaan PIHAK PERTAMA sesuai dengan surat pengangkatan No. [.....................] dengan jabatan terakhir sebagai [.....................].

Setiap pegawai PT [.................................] yang sudah menduduki jabatan sebagai [......] berhak untuk mendapatkan fasilitas transportasi kerja berupa kendaraan [..................].

PIHAK PERTAMA memberikan fasilitas kendaraan [............] tersebut dengan status pinjam pakai kepada PIHAK KEDUA sesudah diangkat oleh PIHAK PERTAMA menjadi [...............] PT [.........................].

Sehubungan dengan hal-hal tersebut maka kedua belah pihak sepakat untuk membuat perjanjian pinjam pakai kendaraan dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. PIHAK PERTAMA bersedia meminjamkan kepada PIHAK KEDUA sebuah kendaraan [..............] merek [.....................] pembuatan tahun [.............], dan warna [..................] sebagaimana tercatat dalam BPKB.
2. Selama jangka waktu pinjam-pakai ini, PIHAK PERTAMA membebaskan PIHAK KEDUA dari kewajiban membayar dalam bentuk apa pun sebagai sewa atas kendaraan tersebut.

PASAL 2

Segala kelengkapan atau aksesori kendaraan [............] tersebut di atas dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA asal tidak mengurangi nilai dan jumlahnya.

PASAL 3

1. Selama memakai kendaraan tersebut dan aksesorinya, PIHAK KEDUA harus memelihara dan menjaga kendaraan yang dipinjamkan itu dengan baik, sebagaimana layaknya kendaraan milik sendiri atas tanggungan biaya sendiri dan menggunakan kendaraan itu hanya sebagai kendaraan transportasi kerja PIHAK KEDUA.
2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan meminjamkan dan menyewakan kendaraan tersebut kepada pihak lain dengan alasan apa pun tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

 PASAL 4

1. Apabila kendaraan tersebut rusak yang disebabkan oleh kelalaian PIHAK KEDUA maka seluruh kerugian tersebut menjadi tanggungan biaya PIHAK KEDUA sendiri.
2. Jika kendaraan tersebut hilang selama dalam jangka waktu pinjam pakai maka PIHAK KEDUA wajib mengganti kendaraan tersebut dengan merek dan tipe serta tahun pembuatan yang sama.

PASAL 5

1. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan memindahkan sebagian atau seluruh aksesori kendaraan ke pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.
2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengubah bentuk dan atau fungsi serta warna kendaraan tersebut.

PASAL 6

Semua biaya perbaikan kendaraan dan aksesori selama digunakan oleh PIHAK KEDUA menjadi tanggungan dan biaya PIHAK KEDUA sendiri. Biaya lain seperti pajak yang dibebankan atas mobil tersebut tetap menjadi tanggungan PIHAK PERTAMA.

PASAL 7

1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani dan berakhir pada saat PIHAK KEDUA tidak lagi menduduki jabatan sebagai [..............................].
2. Ketentuan pada ayat 1 sebagaimana tersebut di atas tidak mengurangi hak PIHAK PERTAMA tanpa melalui proses di pengadilan menghentikan perjanjian pinjam-pakai tersebut sewaktu-waktu apabila PIHAK PERTAMA mempunyai alasan yang kuat sesuai dengan pertimbangan PIHAK PERTAMA, atau dengan alasan PIHAK PERTAMA menghendaki menggunakan kendaraan tersebut dan asesorinya itu untuk pihak ketiga, atau bilamana PIHAK KEDUA melanggar salah satu syarat perjanjian ini, tanpa uang ganti kerugian kepada PIHAK KEDUA dalam hal ini maka kedua belah pihak setuju untuk menyimpang dari ketentuan-ketentuan PASAL 1266 dan 1267 KUH Perdata.

PASAL 8

1. PIHAK PERTAMA menjamin bahwa mobil yang dipinjam pakaikan kepada PIHAK KEDUA adalah benar-benar mobil milik PIHAK PERTAMA dan tidak ada pihak lain yang ikut memiliki sebagian atau seluruh mobil tersebut.
2. PIHAK PERTAMA membebaskan PIHAK KEDUA dari segala tuntutan hukum dari pihak ketiga yang berkaitan dengan status kepemilikan kendaraan tersebut.

PASAL 9

Apabila PIHAK KEDUA akan pindah tempat tinggal maka PIHAK KEDUA wajib memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA perihal kepindahan tersebut. Atas pertimbangan PIHAK PERTAMA sendiri, PIHAK PERTAMA dapat menarik kembali kendaraan tersebut dari PIHAK KEDUA.

PASAL 10

1. Segala kewajiban dari PIHAK PERTAMA yang berkaitan dengan akibat dari pemakaian kendaraan tersebut wajib dijalankan oleh PIHAK KEDUA termasuk membebaskan PIHAK PERTAMA dari tuntutan denda dan lain-lain dari pihak ketiga.
2. Pelanggaran dan konsekuensi tentang hal-hal sebagaimana disebut pada ayat 1 ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 11

Penyerahan kendaraan dan seluruh asesorisnya yang dipinjamkan tersebut kepada PIHAK KEDUA terjadi pada tanggal saat perjanjian ini ditandatangani dalam keadaan baik dan sudah diterima oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 12

Penyerahan saat pinjam-pakai ini berakhir atau bila PIHAK PERTAMA mengambil kembali kendaraan tersebut beserta aksesorinya maka PIHAK KEDUA tidak dapat melakukan penuntutan ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 13

Perjanjian ini dibuat rangkap 2 di atas kertas bermaterai cukup untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun.

Dalam kaitannya dengan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat memilih domisili yang umum dan tetap di kantor Panitera Pengadilan Negeri [........................................]

PIHAK PERTAMA                                                   PIHAK KEDUA
[..........................................]                     [......................................]

SAKSI-SAKSI:
1. [.....................]
2. [.....................]

Categories: Uncategorized Tags:

Perjanjian Pinjam – Pakai Rumah

December 3rd, 2013 No comments

Pada hari ini, [........] tanggal [.......].bulan [........] tahun [.........] telah ditandatangani perjanjian pinjam pakai rumah antara*):

1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [.....................], selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak bersepakat untuk membuat perjanjian pinjam pakai rumah tinggal dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. PIHAK PERTAMA bersedia meminjamkan sebuah rumah yang terletak di [.......................] sebagaimana tercatat dalam sertifikat dan IMB terlampir untuk dipakai oleh PIHAK KEDUA sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh PT [......................... ] kepada setiap pekerja dengan jabatan manajer.

2. Rumah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 terdiri atas [...........] ruang tidur, [....] kamar tamu, [..........] ruang dapur, [..........] ruang keluarga [..........] kamar mandi, dan [ .......] ruang garasi.

PASAL 2

Seluruh perabot dalam rumah tersebut di atas yang jenis dan jumlahnya sebagaimana terlampir dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA asal tidak mengurangi nilai dan jumlahnya.

PASAL 3

Selama memakai rumah tersebut beserta perabotannya, PIHAK KEDUA harus merawat rumah tersebut beserta isinya atau perabotan yang ditinggalkan itu dengan baik sebagaimana layaknya seorang tuan rumah yang jujur atas tanggungan biaya sendiri dan harus menggunakan rumah itu hanya sebagai rumah tinggal.

PASAL 4

1. Orang yang diperbolehkan untuk tinggal di rumah tersebut hanya PIHAK KEDUA, istri, anak-anak, orang tua, dan mertua PIHAK KEDUA, dan satu orang pembantu rumah. Apabila ada anggota keluarga besar lain yang ikut tinggal di rumah tersebut wajib mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan meminjampakaikan rumah dan perabotannya kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 5

1. PIHAK KEDUA dilarang memindahkan sebagian dan atau seluruh rumah dan perabotannya ke tempat lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengubah konstruksi dari rumah tinggal tersebut tanpa izin tertulis dari PIHAK PERTAMA.

3. Daya listrik yang telah tersedia di rumah tinggal sebagaimana tersebut di atas, tidak diperkenankan untuk ditambah atau dikurangi oleh PIHAK KEDUA, tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA

PASAL 6

Semua biaya perbaikan rumah tinggal dan perabotannya selama digunakan PIHAK KEDUA yang rusak karena kelalaian dan atau karena pemakaian PIHAK KEDUA menjadi tanggungan dan biaya PIHAK KEDUA sendiri.

PASAL 7

Selama dalam jangka waktu pemakaian rumah tersebut, PIHAK KEDUA wajib membayar tagihan rekening listrik, rekening telepon, PAM, uran keamanan, dan biaya-biaya lain selain Pajak Bumi dan Bangunan atas rumah tersebut merupakan biaya PIHAK KEDUA sendiri.

PASAL 8

1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani dan berlaku hanya selama PIHAK KEDUA bekerja dengan baik pada PIHAK PERTAMA.

2. Ketentuan pada ayat 1 di atas tidak mengurangi hak PIHAK PERTAMA tanpa melalui proses ke pengadilan menghentikan perjanjian pinjam-pakai tersebut sewaktu-waktu, apabila PIHAK PERTAMA mempunyai alasan yang kuat sesuai dengan pertimbangan PIHAK PERTAMA, atau dengan alasan PIHAK PERTAMA menghendaki, menggunakan rumah tinggal dan perabotannya itu untuk pekerja lain atau bilamana PIHAK KEDUA melanggar salah satu syarat perjanjian ini, tanpa uang ganti kerugian kepada PIHAK KEDUA, dalam hal ini maka kedua belah pihak setuju untuk menyimpang dari ketentuan-ketentuan PASAL 1266 & 1267 KUH Perdata.

PASAL 9

Apabila PIHAK KEDUA berhenti bekerja pada PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA wajib mengembalikan rumah tinggal berikut perabotannya berdasarkan perjanjian ini dalam keadaan baik kepada PIHAK PERTAMA yang dilaksanakan paling lambat [..............] hari sebelum hubungan kerja PIHAK KEDUA dengan PIHAK PERTAMA berakhir atau segera pada saat PIHAK PERTAMA memintanya kembali.

PASAL 10

Segala kewajiban baik dari pemerintah maupun dari PIHAK PERTAMA yang berkaitan dengan akibat pemakaian rumah tersebut wajib dijalankan oleh PIHAK KEDUA termasuk membebaskan PIHAK PERTAMA dari teguran, tuntutan denda, dan lain-lain, dari pihak ketiga. Semua pelanggaran dan konsekuensi tentang hal-hal tersebut ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 13

PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa rumah tinggal dan seluruh perabotan yang dipinjamkan tersebut telah diserahkan kepada PIHAK KEDUA pada saat perjanjian ini ditandatangani, dalam keadaan baik dan telah pula diterima oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 14

Pada saat pinjam-pakai ini berakhir atau bila PIHAK PERTAMA mengambil kembali rumah tinggal tersebut beserta seluruh perabotannya maka PIHAK KEDUA tidak dapat melakukan penuntutan atau ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 15

Perjanjian kerja sama ini dibuat rangkap 2 (dua) di atas kertas bermaterai cukup untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa adanya unsur paksaan dari pihak manapun.

Dalam kaitannya dengan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat memilih domisili yang umum dan tetap di kantor panitera Pengadilan Negeri [........................].

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
[...............................] [......................................]

SAKSI-SAKSI:
1. [.....................]
2. [.....................]

Categories: Uncategorized Tags:

Surat Kontrak Artis

November 15th, 2013 No comments

SURAT PERJANJIAN

 

 

Nama                                     :

No. KTP                                 :

Nama Persatuan/Syarikat  :

Alamat                                   :

No.Handphone                    :

Fax                                         :

Artis Pilihan (1)                   :

(2)                   :

 

Syarat-syarat Perjanjian :

 

  1. Pihak …… Events & Entertaiment tidak akan terlibat dalam segala acara pemohon.

 

  1. Pihak …… Events & Entertainment hanya akan terlibat dalam pengurusan Artis.

 

  1. Jika pemohon mengambil plan A, deposit sebanyak 50% dari pada harga tawaran perlu dibayar terlebih dahulu. Pihak ….. Events & Entertaiment akan berhak mengambil selebihnya setelah acara selesai.

 

  1. Jika pemohon mengambil plan B, pembayaran pengurusan persatuan …. Events & Entertaiment harus dibayar terlebih dahulu. Pembagian keuntungan berdasarkan harga yang disetujui oleh kedua belah pihak setelah ditolak harga pelaksanaan acara.

 

  1. Pihak syarikat tidak akan terlibat dalam mencari pekerjaan bagaimana acara pemohon khidmat.

 

  1. Keselamatan Artis menjadi tanggungjawab bersama Pemohon dan Syarikat…… Events & Entertaiment.

 

  1. Segala perubahan harus dibincang terlebih dabulu sebelum suatu keputusan baru di buat.

 

  1. Pembatalan apa-apa aturcara yang telah dipersetujui oleh pihak pemohon selepas 30 hari dari tarikh perjanjian ditandatangani. Pihak Joy Events & Entertaiment, tidak akan mengembalikan wang deposit mengikut Plan A atau wang pengurusan Artis mengikut plan B.

 

  1. Pihak …. Events & Entertaiment TIDAK bertanggungjawab jika berlakunya sebarang masalah akibat pihak pemohon melanggar syarat-syarat perjanjian.

 

10. Jika berlakunya Perlanggaran syarat-syarat perjanjian oleh pihak pemohon, Perjanjian tersebut secara autometik terbatal dan kos pengurusan syarikat … Events & Entertaiment harus dibayar oleh pihak pemohon.

 

Dengan ini saya mengakui butir-butir diatas adalah benar dan bersetuju dengan syarat-syarat perjanjian di atas.

 

Yang Benar

 

 

 

( ……………….. )

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

SURAT KUASA UNTUK MENJUAL

November 8th, 2013 No comments

Yang bertanda tangan dibawah ini:

 

Nama                            :

Tempat/tanggal lahir     :

Pekerjaan                      :

Alamat                          :

 

Dengan ini memberi kuasa penuh kepada:

 

Nama                            :

Tempat/tanggal lahir     :

Pekerjaan                      :

Alamat                          :

 

KHUSUS

 

Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa menjual, melepaskan hak, mengoperkan, atau dengan cara lain memindahtangankan kepada Pihak lain dengan harga dan syarat-syarat yang ditetapkan sendiri oleh penerima kuasa atas:

 

-     Sebidang tanah Hak Milik Nomor: _____  Seluas _____ m2 (_____ meter persegi), yang terletak di _____, Kecamatan _____, Kelurahan _____, sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi tanggal _____, dan menurut Sertifikat tanggal _____ terdaftar atas nama _____ . Berikut bangunan yang berdiri di atas tanah tersebut beserta turutan-turutannya, setempat dikenal Kompleks _____.

-          Sebidang tanah Hak Milik Nomor: _____  Seluas _____ m2 (_____ meter persegi), yang terletak di  _____, Kecamatan _____, Kelurahan _____, sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi tanggal _____  dan menurut Sertifikat tanggal _____, terdaftar atas nama _____, Yang diperoleh Tuan _____ tersebut di atas, berdasarkan Risalah Lelang Nomor: _____ Tanggal _____  berikut bangunan yang berdiri diatas tanah tersebut beserta turutan-turutannya, setempat dikenal Kompleks _____.

 

Selanjutnya disebut Tanah dan Bangunan.

 

Untuk itu menghadap di mana perlu, di antaranya di depan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah dan instansi lainnya, memberikan keterangan-keterangan, membuat/suruh membuat, dan menandatangani akta-akta dan surat-surat yang diperlukan, menerima uang hasil penjualannya, memberikan tanda penerimaan-nya/kuitansinya atas uang hasil penjualan tersebut, serta melakukan segala tindakan yang dipandang baik dan berguna oleh penerima kuasa bagi terlaksananya kuasa ini tidak ada yang dikecualikan.

 

(kota), (tanggal)

 

Pemberi Kuasa                                                                                        Penerima Kuasa

 

 

____________                                                                                          _____________

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Memahami Surat Kontrak Kerja

August 27th, 2013 No comments

Surat kontrak kerja merupakan salah satu dari jenis surat resmi. Sehingga mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Supaya bisa menjadi sandaran hukum bila terjadi perselisihan. Walaupun masih bersifat kontrak kerja wajib bagi suatu perusahaan mengeluarkan surat tertulis, tidak hanya menyampaikannya secara lisan yang tidak mempunyai bukti yang bisa menjadi pegangan hukum.

Surat kontrak kerja sangat penting kedudukannya antara kedua belah pihak. Dengan surat tersebut mereka mengikatkan diri dalam sebuah perjanjian yang harus disepakati dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Karena berbagai hak dan kewajiban akan tercantum dan menjadi wajib untuk ditaati kontrak kerja tersebut. Dan bila muncul sengketa bisa diselesaikan berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.
Perhatikan Detail Isi Surat
Pada umunya surat kontrak kerja terdapat empat poin penting. Seperti, Kepala Surat, Pembuat Kontrak, Isi Surat, Tanda Tangan kedua belah pihak. Berikut ini penjelasan poin-poin penting dalam kontrak kerja yang mesti diperhatikan.

1. Kepala Surat
Pada bagian ini akan memuat kop perusahaan yang menampilkan nama, logo perusahaan dan alamat lengkapnya. Setelah itu dibawahnya akan tertera kota pembuatan surat,hari, tanggal, bulan dan tahun dibuatnya perjanjian tersebut. Dengan keterangan waktu yang terperinci akan menentukan kapan kontrak itu akan berakhir.
2. Pembuat Kontrak
Memberikan penjelasan secara lengkap antara kedua belah pihak. Mencantumkan nama lengkap, alamat, jabatan, divisi dan sebagainya. Data tersebut menjelaskan dengan siapa Anda melakukan kesepakatan.
3. Isi Kontrak
Poin ini sangat penting dicermati karena akan memuat hak dan kewajiban kedua belah pihak. Jangan ragu menanyakan bagian yang kurang dipahami atau tidak disepakati. Dengan demikian Anda tak ragu lagi melangkah dan bekerja lebih baik.
4. Tanda Tangan Kedua Belah Pihak
Bagian akhir ini adalah bentuk kesepakatan bersama yang bisa menjadi prosedur dalam bekerja. Jangan terburu-buru memberikan tanda tangan sebelum memahami isi kesepakatan. Mintalah waktu untuk lebih menyakini, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Jika perlu, mintalah pendapat dari berbagai sumber, bisa dari orang tua, sahabat atau rekan sepekerja. Masukan mereka bisa menjadi pertimbangan atau bahan negosiasi dengan perusahaan. Bila memang perusahaan memberikan kesempatan itu.

Perhatikan Masa Berlakunya
Biasanya dalam surat kontrak kerja juga mencantumkan waktu berlakunya dalam kurun tertentu. Sehingga jika melewati waktu yang telah ditentukan dalam kontrak kerja wajib menyelesaikan segala hak dan kewajiban kedua belah pihak. Namun, jika kesepakatan akan dilanjutkan wajib membuat surat baru sehingga tetap memiliki nilai di mata hukum. Karena tanpa pembaharuan dikhawatirkan terjadi penggunaan kelemahan yang tidak bertanggungjawab. Perbuatan mengingkari sebuah perjanjian yang tertera dalam kesepakatan bersama bisa dikenakan hukuman perdata yang dikenal dengan istilah wanprestasi.

Categories: Uncategorized Tags:

Langkah yang Tepat untuk Surat Undangan

August 26th, 2013 No comments

Kehadiran dan kebutuhan surat
Di zaman modern dan serba cangih ini, tentu segala hal terasa begitu mudah dan cepat untuk dilakukan. Tanpa kita perlu bersusah payah, hanya tinggal kita tekan tombol saja, segala hal dapat berjalan dengan mulus. Salah satu contohnya saja, jika kita ingin mengirimkan pesan atau surat untuk berbagai macam kepentingan seperti pengumuman, undangan, dan lain-lainnya, kita bisa langsung mengirimnya melalui berbagai macam media, seperti sms atau email, dan media lainnya dengan cara yang mudah dan instan. Berbeda dengan zaman dahulu dimana semua harus bersusah payah dan tidak dapat dilakukan dalam waktu yang cepat, singkat, dan mudah, apalagi jika kita ingin menyampaikan pesan seperti misalnya saja surat undangan yang harus diantarakan melalui tukang pos.

Namun, walaupun zaman sudah maju dan berkembang sedemikian rupa seperti sekarang ini, hal-hal seperti menulis surat tetap dilakukan oleh berbagai macam kalangan masyarakat. Walaupun sudah ada sms atau beragam macam jenis layanan chat lainnya, surat tetap menjadi hal yang layak dan formal terutama untuk menyampaikan pesan seperti pengumuman dan undangan. Penyampaian pesan tersebut dalam bentuk surat sebenarnya masih sangat diperlukan oleh banyak orang. Sebenarnya untuk surat undangan sendiri mempunyai beberapa macam jenisnya, misalnya saja untuk mengundang orang lain untuk hadir ke acara rapat, pertemuan, acara syukuran lainnya seperti khitanan, pernikahan, dan lain-lainnya.

Langkah untuk membuat surat
Jika anda sedang bertugas untuk membuat surat undangan yang nantinya akan anda sampaikan baik melalui pesan elektrik maupun diberikan langsung ke penerima, tentu sebelum anda menyampaikan dan memberikan pesan anda melalui surat tersebut, anda harus tahu langkah-langkah yang tepat dalam menyusun dan membuatnya. Jadi sebelum anda sampaikan undangan anda melalui media komunikasi tersebut, ada baiknya anda hindari kesalahan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
· Jangan lupa untuk memperhatikan detail dalam menulis bagian-bagian surat, seperti kepala surat, isi surat, dan penutup surat. Untuk surat resmi jelas bagian-bagian suratnya berbeda dengan surat yang berisikan undangan untuk acara syukuran.

Untuk surat yang berisikan undangan resmi, bagian-bagiannya adalah kepala surat yang terdiri dari bagian-bagian seperti nomor, lampiran, hal, tanggal surat dan nama atau pihak yang dituju. Isi surat terdiri dari salam pembuka, alasan, hari dan tanggal, tempat, waktu, dan acara. Sedangkan untuk penutup atau kaki surat dapat dicantumkan nama jelas sang pengirim.

· Hal lainnya yang harus diperhatikan dalam menulis surat jenis undangan tersebut adalah tata bahasa, terlebih jika surat tersebut berisi undangan yang sangat formal.
Sebenarnya, untuk menulis surat bukanlah hal yang berat dan terlalu sulit untuk dilakukan. Anda hanya tinggal mengetahui langkah-langkah tepatnya. Jika anda memang berencana untuk mengirimkan undangan kepada rekan-rekan maupun orang lainnya, maka kirimkanlah surat undangan yang tepat dan usahakan untuk menelitinya sebelum anda mencetaknya sebanyak mungkin dan mengirmkannya kepada si penerima untuk menghindari kesalahan yang mungkin anda buat.

Categories: Uncategorized Tags: